Menempatkan Teknologi Pada Tempatnya
Duduk di depan komputer, dengan sambungan kambungan LAN yang dapat menghubungkan ke dunia maya telah melahirkan gerakan dan rancangan baru terhadap lahirnya model peradaban pergaulan dalam akses dunia maya dan internet. Sekitar 1,55 Juta Account Facebook berasal dari Indonesia yang menempatkan Indonesia sebagai pengakses terbanyak situs jejaring sosial ini di bawah Amerika Serikat. Ini belum menghiung pula, keaktifan masyarakat internet Indonesia dalam gaung situs jejaring lainnya, seperti Friendster, Twitter, Myspace dan lain sebagainya.
Menkominfo Kabinet Indonesia Bangkit II, Tifatul Sembiring Rum telah merancang program 100 hari yaitu 1.000 Desa berinternet. Artinya ini merupakan gagasan yang mempunyai dua sisi mata uang. Bisa menjadi hal positif dengan mulai terbukanya dunia informasi ke desa, namun dapat pula merobohkan sistem budaya dan kerja masyarakat Desa Indonesia jika pondasi dan struktur bangun akses dunia maya ini belum terlalu lengkap. Saya akan lebih cenderung, dalam memperhatikan penggunaan teknologi dunia maya dalam manfaatnya bagi masyarakat di Indonesia. Masyarakat perkotaan terutamadi kota-kota besar, Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan dan lainnya ternyata menjadi bagian program yang mungkin bisa berbahaya dalam perkembangan moralitas pergaulan dan aqidah generasi muslim.
Dalam tataran akhlaq yang di coba dibangun dalam dunia nyata, seketika pula dapat hancur di dunia maya dan berubah pula mempengaruhi kepribadian masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Pandangan-pandangan hukum yang tidak tergali dengan baik dalam zone cyber telah melahirkan kebebasan berselancar dalam aktivitas internet. Tribun Jabar, dalam Headline (1/2/2010) mengangkat tentang terbongkarnya perdangangan PSK ABG menggunakan akun Facebook. Di Bandung, penelitian yang dilakukan oleh lembaga peduli kehidupan pergaulan mengeluarkan survey yang menyatakan 90% remaja Bandung telah melihat jelas segala bentuk pornografi. Ini ditambah semakin mudahnya akses internet. Menjelang peringatan Valentine Day’s pun bisa kita perhatikan betapa kondom (sebagai alat pencegah kehamilan) menjadi barang yang langka pada empat tahun belakangan dari 2006-2009 saat menjelang hari Kasih Sayang. Kita pun tahu benar, bahwa saat ini pun dakwah yang dilakukan sebagian ulama banyak tidak menyinggung hukum penggunaan facebook dsb. Yang terbaru adalah penggunaan fatwa haram facebook oleh majelis fatwa NU yang masyarakat justru telah melakukan vonis dahulu bahwa ulama telah kekurangan akal dengan mengeluarkan fatwa ini. Padahal dalam fatwa itu tidak mengharamkan keseluruhannya, tapi menggunakan facebook sebagai wahana perselingkuhan.
Remaja Indonesia saat ini dan juga generasi pelanjut bangsa, saat ini tidak dikontrol dan belum adanya pembangunan sistem yang dapat menyelamatkan aktivitas budaya dan aqidah mereka. Saat ini, misi-misi Missionaris dan Zionisme semakin canggih. Model-model dalam merubah cara pandang yang selama ini dilakukan oleh media massa dan televisi rupanya diikuti pula dengan beragamnya konten menarik di dunia internet.
Facebook menjadi contoh nyata. Saat ini mengunduh status di jejaring sosial ini pun tidak perlu berselancar langsung di depan komputer, tapi dapat menggunakan layanan kerjasama dengan provider melalui sms ke 32665. Atau produk HP yang ditawarkan di sejumlah media semakin membuat orang mudah mengakses fitur-fitur facebook dengan terjangkau. Alhasil, sms dan mobile internet telah menggantikan dzikir-dzikir pasca sholat. Hal ini pun di amini pula oleh, Farid Wadjdi (Pimpinan Redaksi Media Umat) saat saya melakukan perbincangan terhadap beliau. Hampir di semua aktivitas shalat berjamaah penggunaan HP setelah salam semakin merambah.
Youtube sebagai layanan akses pengunggah video juga berimbas dua sisi mata uang. Di satu sisi dapat merambah ke arah kebaikan namun di sisi lain dapat membuat keburukan dan kemaksiatan. Sependapat dengan perkataan Menkominfo yang berharap para Ulama, Santri dan Assatidz%C



